Tentang

Tagline

2010

Saatnya Suara Kita Didengar!

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, populasi pemuda berusia 18 sampai 30 tahun adalah 62 juta orang. Angka ini, yang setara dengan 15 kali populasi Singapura, memberikan jawaban atas pertanyaan mengapa kita membutuhkan sebuah wadah di mana pemuda dapat menyampaikan aspirasi mereka dan “bersuara”. Tidak mendengarkan lebih dari 60 juta suara merupakan suatu hal yang tidak adil. Kita semua pun tahu bahwa di Indonesia, pemuda adalah generasi yang menciptakan perubahan. Mulai dari Sumpah Pemuda sampai reformasi tahun 1998, semuanya dilakukan oleh pemuda. Kami percaya bahwa dengan sejarah seperti itu, tidaklah sulit bagi pemuda Indonesia untuk berharap agar kita bisa “didengar”

Ada banyak pemikiran-pemikiran cemerlang dari pemuda yang berasal dari seluruh Indonesia, yang dapat menawarkan perspektif segar dan solusi yang bisa membantu negeri ini menghadapi abad ke-duapuluhsatu. Suara pemuda harus didengar dan ditanggapi dengan serius karena ada banyak pemuda yang kritis terhadap isu-isu yang dihadapi hari ini. Kita membutuhkan sebuah wadah di mana kita dapat menyampaikan aspirasi dan ide kita, yang memberi kesempatan kepada kita untuk benar-benar “didengar”. Kami pun percaya bawa di era globalisasi ini, di mana bangsa lain telah memiliki parlemen pemuda, kita semua harus mempersiapkan pemuda Indonesia untuk menjadi kompetitif dan diperhitungkan oleh pemuda dari negara lain.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka IYC 2010 mengangkat tagline “Saatnya Suara Kita Didengar!” untuk mengajak anak muda berani bersuara. Salah satu program lanjutan dari tagline tahun 2010 ini adalah Shout!, yaitu sebuah sub-site dari IYC dimana pengunjung bisa menuliskan Artikel, mengirimkan Karya, maupun berdiskusi mengenai apapun di lingkungan mereka.


2011

Masa Depan Dimulai Dari Sekarang

Setelah menginspirasi anak muda untuk bersuara, IYC ingin menginspirasi mereka untuk bertindak. Presiden RI yang pertama, Soekarno, dalam suatu pidatonya berkata, “gantungkanlah cita-citamu setinggi langit.” Sedangkan Mike Tyson, petinju kelas berat, mengatakan “I’m a dreamer. I have to dream and reach for the stars, and if I miss a star then I grab a handful of clouds.” Kutipan Soekarno dan Mike Tyson bisa diartikan bahwa “cita-cita” adalah tujuan jangka panjang yang bisa dicapai seseorang. Apabila seseorang tidak berhasil mencapai tujuannya, setidaknya ia sudah berhasil melangkah lebih jauh. Apabila seseorang “hanya” menggantungkan cita-citanya setinggi gedung pencakar langit. Ketika ia tidak mencapai puncak gedung, ia masih berada di Bumi.

Cita-cita merupakan masa depan seseorang. Cita-cita adalah tujuan hidup seseorang. Oleh karena itu, anak muda diharapkan untuk mulai merancang masa depannya. Masa Depan Dimulai Dari Sekarang. Artinya, apapun yang dilakukan sekarang akan berdampak terhadap masa depan seseorang, baik sebagai individu, anggota masyarakat, maupun warga negara.


2012

Kita Yang Menentukan

Tagline IYC 2012 terinspirasi dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2010, “Saatnya Suara Kita Didengar!”, berperan sebagai langkah awal pergerakan anak muda. Anak muda diharapkan agar lebih aktif beraspirasi karena memiliki peran yang besar dalam perubahan. Di tahun berikutnya “Masa Depan Dimulai Dari Sekarang,” menginspirasi anak muda mengenai apapun yang dilakukan pada masa kini menentukan masa depan, baik masa depan secara individu, anggota masyarakat, maupun warga negara.

Anak muda memiliki peran yang besar. Selain jumlahnya yang banyak, sekitar 62 juta orang, anak muda juga merupakan agen perubahan dan calon penerus bangsa. Di sisi lain, anak muda sering mendapat cap yang negatif dan dipandang sebelah mata. IYC ingin menginspirasi anak muda agar lebih berani bersuara dan lebih berani bertindak demi masa depan. Sudah saatnya kita yang menentukan.

IYC 2012 mengangkat tagline “Kita Yang Menentukan!”, karena sekarang adalah saatnya kita melakukan sesuatu demi masa depan kita bersama.